IGI NTT

Pelantikan Ikatan Guru Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Timur.

Siswa SMPN 3 Kupang Barat

Persiapan tarian daerah oleh siswa.

Tarian Daerah

Lomba Tarian Daerah antar Kec. Kupang Barat.

Minggu, 27 Mei 2018

SATU GURU SATU BLOG IGI

Sagusablog Tingkat Lanjut

Satu Guru Satu Blog



Workshop online ini diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia. Sagusablog dilaksanakan dari tanggal 21 - 27 Mei  2018 dengan mode full online. Syarat untuk menjadi peserta SAGUSABLOG adalah anggota IGI dan bebas dari biaya pendaftaran alias GRATIS. Media Telegram dipilih sebagai media untuk proses penyampaian materi dan diskusi tentang Sagusablog . Bagi bapak/ibu guru yang belum bisa ngeblog, ayo daftar diri untuk kegiatan sagusablog edisi berikutnya.

PRODUK HAND MADE

 
Bross berbahan pita satin.

Harga Rp. 15.000/pcs

silahkan order di No WA / 081339251133

Jumat, 25 Mei 2018

SISTEM EKSRESI PADA MANUSIA
1.       Standar Komptensi
1.1. Kompetensi Dasar
A.      Tujuan Pembelajaran
1.       Siswa dapat mengidentifikasikan organ-organ penyusun sistem pengeluaran pada manusia
2.       Siswa dapat memahami proses pengeluaran zat sisa pada sistem eksresi manusai


Materi



Dalam tubuh manusia terjadi proses metabolisme. Dari proses ini dihasilkan energi dan zat yang berguna bagi tubuh. Selain itu, proses metabolisme juga menghasilkan zat sisa. Zat sisa ini harus dikeluarkan dari tubuh melalui sistem eksresi. Sehingga sistem eksresi dapat diartikan sebagai proses pengeluaran zat sisa yang dihasilkan oleh proses metabolisme.
                Zat sisa metabolisme yang berbentuk zat cair berupa urine, keringat, dan empedu. Sedangkan, zat sisa metabolisme yang berbentuk gas yaitu CO2.  Sistem eksresi manusia terdiri atas beberapa organ yaitu ginjal, hati, kulit dan paru-paru.
1.       Ginjal
a.       Struktur dan Fungsi Ginjal
Ginjal manusia berwarna merah dan terdapat sepasang. Organ tersebut berbentuk seperti biji kacang merah dengan ukuran panjang sekitar 10 cm.



Gambar  1.
Ginjal terletak di rongga perut, disebelah kiri dan kanan ruas-ruas tulang pinggang. Kedudukan ginjal sebelah kiri lebih tinggi dari ginjal sebelah kanan. Hal ini karena di atas ginjal sebelah kanan terdapat hati yang berukuran besar.



Gambar 2
Bagian-bagian ginjal terdiri atas kapsul, korteks, medula (sumsum ginjal) dan rongga ginjal.
1)      Kapsul
Kapsul merupakan selaput tipis yang menyelimuti ginjal.
2)      Korteks
Korteks merupakan lapisan bagian luar pada ginjal. Pada bagian korteks terdapat jutaan badan malpighi dan tubulus (saluran). Badan malpighi terdiri atas glomerulus yang diselubungi kapsul bowman. Tubulus terbagi menjadi tubulus kontortus proksimal (dekat dengan malpighi) tubulus kontortus distal (menjauhi malpighi), dan tubulus kolektivus.
3)      Medula (sumsum ginjal)
Medula merupakan lapisan dalam ginjal. Medula ini terdiri atas beberapa badan berbentuk piramida (kerucut). Di sini terdapat lengkung henle ascenden (naik) dan lengkung henle descenden (turun). Lengkung ini menghubungkan antara tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distal.

4)      Rongga ginjal
Rongga ginjal merupakan tempat penampungan urine kemudian mengalirkannya ke ureter. Jadi, rongga ginjal ini sebagai tempat bermuaranya tubulus. Beberapa fungsi ginjal dalam tubuh sebagai berikut.
1)      Memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksin atau racun seperti urea, amonium dan asam urat.
2)      Mempertahankan keseimbangan cairan tubuh.
3)      Mempertahankan keseimbangan garam-garam dan zat-zat lain dalam tubuh.
4)      Mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh.
5)      Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme seperti urea, kreatin, dan amonia.



Gambar 3. 
b.      Proses Pembentukan Urin
Pembentukan urine melalui tiga tahap yaitu filtrasi (penyaringan), reabsorpsi (penyerapan kembali), dan augmentasi (pengeluaran zat).
1)      Filtrasi (penyaringan)
Darah dari aorta melalui arteri ginjal menuju ke badan malpighi. Di bagian glomerulus darah disaring. Zat berupa air, garam, glukosa, dan urea mengalami penyaringan kemudian masuk kapsul bowman. Zat yang bermolekul besar dan molekul protein tetap berada di pembuluh darah. Hasil penyaringan itu disebut filtrat glomerulus (urine sekunder).

2)      Reabsorpsi (penyerapan kembali)
Dari kapsul bowman urine primer menuju ke tubulus kontortus proksimal. Dalam perjalannya terjadi reabsorpsi zat-zat yang masih berguna bagi tubuh, seperti glukosa, garam, dan asam amino. Setelah reabsopsi kadar urea dalam tubulus semakin tinggi, sehingga terbentuklah filtrat tubulus (urine sekunder)

3)      Augmentasi (pengeluaran zat)
Urine sekunder dari tubulus kontortus proksimal menuju tubulus kontortus distal. Di sini melalui pembuluh kapiler darah melepaskan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh ke dalam urine sekunder. Selain itu juga terjadin penyerapan air. Selanjutnya, terbentuklah urine sesungguhnya. Urine ini selanjutnya menuju ke tubulus kolektivus dan akhirnya bermuara ke rongga ginjal. Dari rongga ginjal urine dialirkan melalui ureter menuju kandung kemih. Jika kandung kemih sudah cukup mengandung urine maka dinding kantung kemih menjadi tertekan. Tekanan inilah yang menimbulkan rasa akan buang air kecil. Selanjutnya urine dikeluarkan dari tubuh melalui saluran pembuangan yang disebut uretra.



Gambar 4. 

 Untuk lebih memehami penjelasan tersebut, anda bisa menyaksikan video tersebut.  
Alur proses pembentukan urine dalam dilihat pada skema berikut.





Komposisi urine dalam kondisi normal sebagai berikut
1)      Air lebih kurang 95 %
2)      Urea, asam urat, dan amonia merupakan sisa pembongkaran protein
3)      Zat warna empedu yaitu bilirubin dab biliverdin yang menyebabkan warna kuning pada urine.
4)      Bermacam-macam garam, terutama garam dapur (NaCl).
5)      Beberapa zat yang bersifat racun

Jumlah urine yang dikeluarkan tidak selalu sama. Jumlah urine yang keluar dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah urine sebagai berikut.
1)      Jumlah air yang diminum
2)      Banyaknya garam yang harus dikeluarkan dari darah agar tekanan osmosisnya tetap.
3)      Pengaruh hormon Antidiuretik (ADH) atau hormon Vasopresin, yaitu hormon yang mengatur kadar air dalam darah.


2.       Hati
a.       Struktur dan fungsi hati
hati disebut sebagai alat eksresi karena menghasilkan empedu. Empedu merupakan hasil perombakan sel-sel darah merah yang telah tua dan rusak. Hati merupakan organ yang paling besar di dalam tubuh kita. Hati mempunyai berat kurang lebih 1,5 kg dan berwarna cokelat. Hati terletak dalam rongga perut bagian atas sebelah kanan bawah diafragma.

Gambar 5. 
Selain berfungsi sebagai organ eksresi, hati juga memiliki fungsi sebagai berikut.
1)      Menyimpan glikogen (gula otot yang merupakan hasil pengubahan dari glukosa karena kerja hormon insulin).
2)      Menetralkan racun
3)      Membentuk protrombin (zat yang digunakan dalam pembekuan darah)
4)      Merombak eritrosit (sel darah merah)
5)      Tempat pengubahan rpovitamin A menjadi vitamin A
6)      Tempat pembentukan urea yang berasal dari pemecahan protein. Selanjutnya, urea dikirim ke ginjal untuk dikeluarkan.
7)      Tempat pembentukan sel darah merah pada janin dan berperan dalam penghancuran sel darah merah.
Proses perombakan sel darah merah yang sudah tua akan menghasilkan zat sisa metabolisme, seperti terlihat pada diagram berikut.





3.       Kulit
kulit merupakan salah satu alat eksresi. Melalui pori-pori kulit, tubuh mengeluarkan keringat, air dan garam-garam mineral. Struktur muapun fungsi kulit bagi tubuh sebagai berikut.
a.       Struktur kulit
1)      Epidermis (kulit ari)
Lapisan epidermis merupakan lapisan kulit terluar yang sangat tipis. Bagian ini terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan tanduk dan lapisan malpighi.
a)      Lapisan Tanduk
Lapisan tanduk merupakan lapisan paling luar pada epidermis. Lapisan ini tersusun dari sel-sel mati yang mudah mengelupas. Lapisan tanduk tidak mengandung pembuluh darah dan saraf sehingga jika mengelupas tidak mengeluarkan darah dan tidak terasa sakit.
b)      Lapisan Malpighi
Lapisan ini terletak di bawah lapisan tanduk dan tersusun dari sel-sel hidup. Lapisan tersebut mendapatkan makanan dari pembuluh kapiler yang berada di bawahnya. Pada lapisan tersebut juga terdapat pigmen kulit. Pigmen ini berfungsi memberi warna pada kulit dan melindungi kulit dari sinar matahari.

2)      Dermis (lapisan kulit jangat)
Lapisan dermis lebih tebal dibandingkan lapisan di atasnya. Pada lapisan ini terdapat bagian-bagian berikut.
a)      Pembuluh kapiler darah berfungsi mengangkat Odan nutrisi ke jaringan yang ada di dalam dermis.
b)      Kelenjar keringat menghasilkan keringat dan dikeluarkan melalui pori-pori kulit.
c)       Kantong rambut yang memiliki akar dan batang rambut.
d)      Kelenjar minyak rambut menghasilkan minyak untuk meminyaki rambut agar tidak kering.
e)      Ujung saraf memungkinkan kita dapat menerima rangsang dari luar tubuh berupa panas, dingin, dan nyeri.

3)      Jaringan Bawah Kulit (Subkutaneus)
Jaringan subkutaneus berada di bawah dermis dengan batas yang tidak jelas. Pada jaringan ini terdapat jaringan lemak yang berfungsi menahan panas tubuh serta melindungi tubuh bagian dalam dari benturan.
Hampir seluruh permukaan tubuh diselubungi oleh kulit. Oleh karena itu, kulit memiliki fungsi yang penting bagi tubuh. Kulit mempunyai beberapa fungsi berikut.
a)      Alat pengeluaran keringat.
b)      Pengatur suhu tubuh
c)       Tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari.
d)      Tempat penyimpanan kelebihan lemak.
e)      Sebagai indera peraba dan perasa
f)       Sebagai pelindung tubuh dari gangguan fisik (sinar, tekanan, suhu), gangguan biologis (jamur), dan gangguan kimiawi.



Gambar 6. 

4.       Paru-paru
Pada proses pernapasan, paru-paru akan menghasilkan zat sisa berupa karbon dioksida dan uap air yang keluar melalui lubang hidung. Dengan demikian, paru-paru juga merupakan alat eksresi.

        Pada proses pernapasan akan dihasilkan karbon dioksida  dan uap air. Karbon dioksida diangkut oleh sel darah merah dari sel-sel tubuh ke paru-paru. Sel darah merah melepaskan COdi paru-paru, sembari mengingat O. Jadi, di paru-paru terjadi pertukaran gas COdan O2. Melalui paru-paru inilah CO2 ­dikeluarkan. Inilah peran paru-paru sebagai organ eksresi. 


Gambar 7.

RPP OBJEK IPA DAN PENGAMATAN KELAS 7


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Sekolah                                   : SMP Negeri 3 Kupang Barat
Mata Pelajaran                      : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas / Semester                    : VII/Ganjil
Materi Pembelajaran            : Objek IPA dan Pengamatannya
Alokasi Waktu                       :  6 Pertemuan (15 JP)


A.  Kompetensi Inti
KI 3 :   Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI 4:    Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B.     Kompetensi Dasar
3.1.Menerapkan konsep pengukuran berbagai besaran dengan menggunakan satuan standar (baku)
4.1.Menyajikan data hasil pengukuran dengan alat ukur yang sesuai pada diri sendiri, mahluk hidup lain, dan benda-benda di sekitar dengan menggunakan satuan tak baku dan satuan baku.

C.    Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran
Indikator Pencapaian
Tujuan Pembelajaran
3.1.1
Menjelaskan 3 keterampilan proses penyelidikan IPA

3.1.1.1.
Peserta Didik dapat menjelaskan tiga komponen keterampilan proses/metode ilmiah penyelidikan IPA (pengamatan, inferensi, dan komunikasi) berdasarkan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan.
3.1.2.
 Menjelaskan kegunaan mempelajari IPA
3.1.2.1.
Peserta Didik dapat menjelaskan kegunaan mempelajari IPA.
3.1.3.
Menyebutkan objek yang dipelajari dalam IPA
3.1.3.1.
 Peserta Didik dapat menyebutkan objek yang dipelajari dalam IPA.

3.1.4.
Menjelaskan pengertian pengukuran
3.1.4.1.
Peserta Didik dapat menjelaskan pengertian pengukuran.
3.1.5.
Menyebutkan hal yang dapat diukur (besaran) dan tidak dapat diukur (bukan besaran).
3.1.5.1.
Peserta Didik dapat menyebutkan hal yang dapat diukur (besaran) dan tidak dapat diukur (bukan besaran).
3.1.6.
Membandingkan satuan baku dan tidak baku
3.1.6.1.
Peserta Didik dapat membandingkan satuan baku dan tidak baku.
3.1.7.
Memahami kegunaan satuan baku dalam pengukuran
3.1.7.1.
Peserta Didik dapat memahami kegunaan satuan baku dalam pengukuran.
3.1.8.
Mengkonversi satuan dalam SI (Sistem Internasional)
3.1.8.1.
Peserta Didik dapat mengkonversi satuan dalam SI (Sistem Internasional).
3.1.9
Menjelaskan pengertian besaran pokok
3.1.9.1.
 Peserta Didik dapat menjelaskan pengertian besaran pokok.
3.1.10
Menyebutkan macam-macam besaran pokok beserta satuannya
3.1.10.1.
 Peserta Didik dapat menyebutkan macam-macam besaran pokok beserta satuannya.
3.1.11
Menjelaskan pengertian besaran turunan
3.1.11.1
 Peserta Didik dapat menjelaskan pengertian besaran turunan.
3.1.12
Menyebutkan macam-macam besaran turunan beserta satuannya
3.1.12.1
 Peserta Didik dapat menyebutkan macam-macam besaran turunan beserta satuannya.
4.1.1.
Menyajikan hasil pengamatan, inferensi, dan mengomunikasikan hasil
4.1.1.1.
 Peserta Didik dapat menyajikan hasil pengamatan, inferensi,dan mengomunikasikan hasil melalui kegiatan “Mengamati Temanmu” dan “Kerja dalam IPA”
4.1.2.
Melakukan pengukuran dengan satuan tidak baku
4.1.2.1.
 Peserta Didik melakukan pengukuran dengan satuan tidak baku



4.1.3.
Melakukan pengukuran besaran besaran panjang, massa, waktu dengan alat ukur yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari
4.1.3.1.
Peserta Didik melakukan pengukuran besaran-besaran panjang, massa, waktu dengan alat ukur yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
4.1.4.
Melakukan pengukuran besaran besaran turunan sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari
4.1.4.1.
 Peserta Didik dapat melakukan pengukuran besaran-besaran turunan sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.


D.    Materi Pembelajaran
1.      Materi Pembelajaran Reguler
Ø  Penyelidikan IPA
·         Metode Ilmiah Dalam Penyelidikan IPA
·         Kegunaan Mempelajari IPA
·         Objek Yang Dipelajari Dalam IPA
Ø  Pengukuran
·         Pengertian Pengukuran
·         Besaran dan Bukan Besaran
·         Satuan Baku dan Satuan Tak Baku
·         Pengukuran Dengan Satuan Tak Baku
·         Kegunaan Satuan Baku Dalam Pengukuran
·         Konversi Satuan Dalam SI

Ø  Besaran Pokok
·         Pengertian Besaran Pokok
·         Macam-macam Besaran Pokok Beserta Satuannya
·         Pengukuran Besaran Pokok Dengan Alat Ukurnya

Ø  Besaran Turunan
·         Pengertian Besaran Turunan
·         Macam-Macam Besaran Turunan Beserta Satuannya
·         Pengukuran Besaran Turunan



2.      Materi Pembelajaran Pengayaan
·         Pengukuran
·         Besaran pokok dan besaran turunan

3.      Materi Pembelajaran Remedial
Ø  Penyelidikan IPA
·         Metode Ilmiah Dalam Penyelidikan IPA
·         Kegunaan Mempelajari IPA
·         Objek Yang Dipelajari Dalam IPA
Ø  Pengukuran
·         Pengertian Pengukuran
·         Besaran dan Bukan Besaran
·         Satuan Baku dan Satuan Tak Baku
·         Pengukuran Dengan Satuan Tak Baku
·         Kegunaan Satuan Baku Dalam Pengukuran
·         Konversi Satuan Dalam SI

Ø  Besaran Pokok
·         Pengertian Besaran Pokok
·         Macam-macam Besaran Pokok Beserta Satuannya
·         Pengukuran Besaran Pokok Dengan Alat Ukurnya

Ø  Besaran Turunan
·         Pengertian Besaran Turunan
·         Macam-Macam Besaran Turunan Beserta Satuannya
·         Pengukuran Besaran Turunan

E.     Metode Pembelajaran
Ø  Discovery Learning
Ø  Problem Based Introduction

F.     Media / alat, Bahan dan Sumber Belajar
a. Pertemuan Pertama
1). Media
Ø  Laptop
Ø  Infokus

2). Alat
Ø  Gelas Breaker

3). Bahan
Ø  Air
Ø  Spidol
Ø  Tisu
Ø  Pewarna

b. Pertemuan Kedua
1). Alat
Ø  Meja
Ø  Kursi
Ø  Papan Tulis
Ø  Dinding

c. Pertemuan Ketiga
1) Alat dan bahan
Ø  Alam sekitar

d. Pertemuan Keempat
1). Alat
Ø  Balok besi
Ø  Balok tembaga
Ø  Balok aluminium
Ø  Balok kuningan
Ø  Balok kayu
Ø  Gelas breaker
Ø  Neraca lengan (Neraca Ohous)

E. Pertemuan Kelima
1). Media
Ø  Laptop
Ø  Infokus

2). Alat
Ø  Kertas grafik
Ø  Penjepit
Ø  Pensil
        
            3). Bahan
Ø  Sehelai Daun

4). Sumber Belajar:
Ø  Buku IPA kelas VII Kemdikbud rev 2016
Ø  Buku IPA relevan lainnya.
Ø  Internet
Ø  Lingkungan Sekitar


G.    Kegiatan Pembelajaran
1.      Pertemuan Pertama  (2 JP)
a.      Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
1.      Peserta didik merespon salam, berdoa bersama, mengecek kebersihan sekitar tempat duduk, dan kerapian meja kursi (Spiritual/Religius, Sosial)
2.      Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya dengan melakukan tanya jawab (4C: Communication)
3.      Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai terkait pembelajaran puisi rakyat
4.      Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan
5.      Guru menyampaikan lingkup penilaian, yaitu pengetahuan dan keterampilan.
6.      Untuk memotivasi peserta didik, dapat ditampilkan berbagai macam objek IPA, seperti kekayaan alam berupa keaneragaman flora dan fauna serta berbagai produk IPA, seperti jagung hibrida, rekayasa genetika, komputer, HP, dan berbagai hasil dari kecanggihan teknologi yang dapat disajikan melalui video singkat.
7.      Perwakilan dari Peserta Didik diminta maju ke depan kelas dan melakukan pengamatan terhadap ciri-ciri yang tampak seperti tinggi badan, warna rambut, warna kulit sesuai kegiatan “Mengamati Temanmu” pada buku siswa kemudian menginterpretasikan dan mengomunikasikannya. (4C: Communication, critic)
Di sini guru membimbing Peserta Didik serta mengingatkan Peserta Didik untuk menghindari tafsiran yang dapat mempengaruhi hasil pengamatan. Misalnya adalah sebagai berikut.
Pengamatan: Andi berambut hitam ikal, berkulit putih, hidung mancung, bibir tipis.
Penafsiran: Andi sombong dan tidak berhati lembut.
8.      Peserta didik menerima penyampaian tujuan dan manfaat pembelajaran.
9.      Peserta didik menerima penyampaian informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan.

b.      Kegiatan Inti (60 menit)
1.      Peserta Didik diminta melakukan kegiatan kedua, yaitu “Kerja dalam IPA”. Kegiatan tersebut dilakukan untuk melatih Peserta Didik dalam membuat prediksi dan menguji prediksi. (4C: Critis)
2.      Guru menjelaskan langkah-langkah metode ilmiah yang harus digunakan pada setiap penyelidikan IPA, yaitu pengamatan, membuat inferensi, dan mengomunikasikan.
3.      Bersama Peserta Didik, guru menyebutkan berbagai objek IPA serta kegunaan mempelajari IPA dalam kehidupan.
4.      Guru menjelaskan lebih lanjut tentang berbagai contoh peneliti IPA yang menggunakan langkah-langkah penyelidikan IPA atau metode ilmiah, sehingga menemukan suatu ide atau penemuan baru yang berguna bagi kehidupan manusia.

c.       Kegiatan Penutup (10 menit)
1.      Guru dan peserta didik mereview hasil kegiatan pembelajaran (4C: Communication, colaboration)
2.      Guru dan peserta didik merefleksikan hasil kegiatan.
3.      Guru memberikan penghargaan pada kelompok yang berkinerja baik.
4.      Guru menugaskan Peserta Didik untuk melakukan kegiatan kelompok Penyelidikan IPA yang berkaitan dengan masalah di sekitar mereka. Selanjutnya, guru menugaskan pada Peserta Didik langkah-langkah apa yang harus diperhatikan dalam penyelidikan IPA.
5.      Guru Menyampaikan materi pertemuan berikutnya.
2.      Pertemuan Kedua (2 JP)
a.      Kegiatan pendahuluan (10 Menit)
1.      Peserta Didik diminta melakukan kegiatan “Ayo Kita Lakukan” pada buku siswa, yaitu mengukur benda-benda di sekitarnya dengan menggunakan satuan tidak baku. Misal, Peserta Didik mengukur panjang bangku dengan jengkal tangan dan membandingkan hasil pengukurannya dengan teman lain. (4C: Creativ, colaboratif)

b.      Kegiatan Inti (60 menit)
1.      Guru meminta Peserta Didik melakukan pengukuran ulang terhadap benda tersebut, namun dengan menggunakan satuan baku, misal meter dengan menggunakan penggaris. Peserta Didik membandingkan hasil pengukurannya dengan teman lain. (4C: Critis)
2.      Setelah melakukan pengukuran dengan satuan baku dan tidak baku, guru menjelaskan betapa pentingnya satuan baku dalam pengukuran, yaitu hasil pengukuran yang diperoleh sama antara Peserta Didik satu dengan yang lainnya.

c.       Kegiatan Penutup (10 menit)
1.      Guru dan peserta didik mereview hasil kegiatan pembelajaran
2.      Guru dan peserta didik merefleksikan hasil kegiatan.
3.      Guru memberikan penghargaan pada kelompok yang berkinerja baik.
4.      Guru menugaskan Peserta Didik untuk melakukan kegiatan “Ayo Kita Lakukan” untuk tugas kelompok dan “Penerapan” untuk tugas individu.
5.      Guru menyampaikan materi pertemuan berikutnya
3.      Pertemuan Ketiga (2 JP)
a.      Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
1.      Peserta Didik diminta melakukan kegiatan “Ayo Kita Lakukan” pada buku siswa, yaitu tuliskan ide sebanyak-banyaknya, besaran apa yang dapat diukur pada benda dan tuliskan juga besaran apa yang tidak dapat diukur. (PPK: Mandiri)  ----- (4C: Critic, creativ)

b.      Kegiatan Inti (60 menit)
1.      Guru menjelaskan pengertian dari mengukur, besaran, dan satuan. Guru membandingkan contoh benda atau hal lain yang dapat diukur (besaran) dan hal-hal yang tidak dapat diukur (bukan besaran). Besaran yang dapat diukur seperti panjang meja, dan jarak loncatan. Besaran yang tidak dapat diukur yakni kasih sayang orangtua kepada anaknya.
2.      Guru meminta Peserta Didik menyebutkan contoh benda yang ada di sekitar kita disertai dengan hal-hal pada benda tersebut yang dapat diukur dan tidak dapat diukur.
3.      Guru menjelaskan lebih lanjut terkait satuan baku dalam Sistem Internasional kemudian Peserta Didik mencoba mengonversi satuan baku dalam SI dari kegiatan “Bandingkanlah” pada besaran dan satuan mikroorganisme dan benda langit.

c.       Kegiatan Penutup (10 menit)
1.      Guru dan peserta didik mereview hasil kegiatan pembelajaran.
2.      Guru dan peserta didik merefleksikan hasil kegiatan.
3.      Guru memberikan penghargaan pada kelompok yang berkinerja baik.
4.      Guru menugaskan Peserta Didik untuk melakukan kegiatan “Ayo Kita Lakukan” untuk tugas kelompok dan “Penerapan” untuk tugas individu.
5.      Guru menyampaikan materi pertemuan berikutnya

4.      Pertemuan Ke empat (2 JP)
a.      Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
1.      Untuk memotivasi Peserta Didik, guru mendiskusikan hasil kegiatan kelompok pertemuan kemarin yaitu “Mengamati Penggunaan Alat Ukur”.
2.      Guru mengajak Peserta Didik untuk menyimpulkan bahwa alat ukur yang diidentifikasi Peserta Didik sebagian besar mengukur besaran panjang, massa, dan waktu yang merupakan besaran pokok.

b.      Kegiatan Inti (60 menit)
1.      Guru melakukan kegiatan “Ayo Kita Lakukan” untuk menaksir dan mengukur panjang benda. Misal, guru meminta semua Peserta Didik menaksir panjang meja guru, kemudian perwakilan Peserta Didik diminta mengukur dengan menggunakan mistar. Penggunaan mistar untuk pengukuran panjang haruslah benar. Setelah itu, guru membandingkan hasil taksiran Peserta Didik satu dengan lainnya yang mendekati hasil pengukuran
2.      Guru menjelaskan besaran panjang lebih lanjut beserta satuan yang digunakan dalam SI serta penggunaan alat ukur lain. Seperti jangka sorong dan mikrometer sekrup. Di sini guru dapat pula memodelkan penggunaan dan cara pembacaan jangka sorong dan micrometer sekrup.
3.      Guru menjelaskan besaran massa beserta satuan dasar (kg) serta penggunaan alat ukur neraca lengan untuk menimbang massa benda serta neraca pegas untuk menimbang beban. Setelah dimodelkan oleh guru, Peserta Didik mencoba sesuai kegiatan “Ayo Kita Lakukan” secara berkelompok.
4.      Peserta Didik diminta mendiskusikan “Tantangan” dengan teman sekelompoknya, kemudian guru mengklarifikasikan.
5.      Guru melanjutkan penjelasan tentang besaran waktu, satuan dasar serta alat ukur stopwatch yang digunakan.

c.       Kegiatan Penutup (10 menit)
1.      Guru dan peserta didik mereview hasil kegiatan pembelajaran dengan menjawab beberapa pertanyaan di buku siswa pada “Ayo Kita Latihan”
2.      Guru dan peserta didik merefleksikan hasil kegiatan.
3.      Guru memberikan penghargaan pada kelompok yang berkinerja baik.
4.      Guru menyampaikan materi pertemuan berikutnya

5.      Pertemuan Ke Lima (3 JP)
a.      Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
1.      Untuk menarik perhatian Peserta Didik, guru menunjukkan selembar kertas, kemudian menanyakan kepada Peserta Didik bagaimana cara mengukur luasnya. Guru menunjukkan kembali video motor balap dan menanyakan bagaimana cara mengukur kelajuannya. Guru membawa Peserta Didik masuk ke dalam topik bahasan besaran turunan yang berasal dari besaran pokok.

b.      Kegiatan Inti (100 menit)
1.      Guru menjelaskan cara mengukur luas benda yang teratur, yaitu pengalian panjang dan lebar, kemudian menunjukkan bahwa besaran panjang dan lebar merupakan besaran pokok yang memiliki satuan meter dan meter. Jadi, satuan luas benda adalah m2. Di sini, guru menekankan konsep bahwa besaran turunan berasal dari besaran pokok di mana hal ini mempengaruhi satuan yang digunakan.
2.      Guru menunjukkan sehelai daun, kemudian meminta Peserta Didik melakukan kegiatan pengukuran luas benda yang tidak teratur tersebut pada kegiatan “Ayo Kita Lakukan”.
3.      Guru menjelaskan besaran turunan volume yang diperoleh dari besaran pokok panjang, lebar, dan tinggi serta asal-usul satuan yang digunakan. Guru membandingkan pengukuran dan satuan volume benda padat dan benda cair.
4.      Guru meminta Peserta Didik menyelesaikan masalah kehidupan seharihari pada kegiatan “Ayo Kita Lakukan” untuk menentukan cara termurah membeli minuman.
5.      Guru memberikan contoh sederhana berkaitan dengan konsentrasi larutan, seperti penambahan gula sesuai selera pada minuman yang kita buat. Di sini, guru membawa Peserta Didik menemukan persamaan penentuan konsentrasi larutan yang berasal dari besaran pokok (massa zat terlarut dibagi volume pelarut).
6.      Guru menjelaskan cara perhitungan laju pertumbuhan tanaman yang diperoleh dari besaran pokok (panjang dan waktu) serta satuan yang digunakan.

c.       Kegiatan Penutup (10 menit)
1.      Guru dan peserta didik mereview hasil kegiatan “Ayo Kita Latihan” pada akhir bab. Review dapat dilakukan dengan kuis singkat atau tanya jawab.
2.      Guru dan peserta didik merefleksikan hasil kegiatan.
3.      Guru memberikan penghargaan pada kelompok yang berkinerja baik.
4.      Guru menyampaikan materi pertemuan berikutnya

6.      Pertemuan Ke enam (2 Jp)
Ulangan Harian (UH)
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar dan jelas.
1.      Apa yang menjadi objek pengamatan IPA?
2.      Mengapa dunia IPA menggunakan satuan-satuan pengukuran yang baku?
3.      Jelaskan cara mengubah satuan panjang dari satu satuan SI ke satuan SI yang lain. Dapatkah satuan massa dan volume diubah dengan cara yang sama?Berikan penjelasanmu.
4.      Lakukanlah pengubahan satuan di bawah ini.
a.       2.500 mililiter = ... liter
b.      4 kilometer = ... sentimeter
c.       2 kilogram = ... milligram
5.      Pilihlah satuan panjang yang tepat untuk menyatakan hasil pengukuran benda-benda di bawah ini.
a.       Tebal kertas
b.      Lebar ruangan kelas
c.       Jarak antara dua kota
d.      Jarak antara Bumi dan Pluto

H.    Penilaian
1.      Jenis / tehnik penilaian dan bentuk instrumen
Jenis Penilaian
Teknik Penilaian
Instrumen
Bentuk Instrumen
Sikap
-
-
Jurnal
Pengetahuan
Tes tertulis
Lembar tes tulis
Uraian
Keterampilan
Tes Kinerja
Lembar Pengamatan
Rubrik pengamatan

2.      Instrumen penilaian
a). Sikap
Teknik Penilaian             : -
Instrumen                        : -
Bentuk Instrumen           : Jurnal
NO
HARI/TANGGAL
NAMA PESERTA DIDIK
CATATAN PERILAKU
BUTIR SIKAP
KET
1





2





3





4





5







b). Pengetahuan
Teknik Penilaian            : Tes tertulis
Instrumen                       : Lembar tes tulis
Bentuk Instrumen          : Uraian
NO
Kompetensi Dasar
Indikator
Soal
Jumlah Soal
1
3.1.Menganalisis interaksi antara mahluk hidup dan lingkungannya serta dinamika populasi akibat interaksi tersebut.
3.1.1.      Menjelaskan 3 keterampilan proses penyelidikan IPA
3.1.2.      Menjelaskan kegunaan mempelajari IPA
3.1.3.      Menyebutkan objek yang dipelajari dalam IPA
3.1.4.      Menjelaskan pengertian pengukuran
3.1.5.      Menyebutkan hal yang dapat diukur (besaran) dan tidak dapat diukur (bukan besaran)
3.1.6.      Membandingkan satuan baku dan tidak baku
3.1.7.      Memahami kegunaan satuan baku dalam pengukuran
3.1.8.      Mengkorversi satuan dalam SI (Sistem Internasional)
3.1.9.      Menjelaskan pengertian besaran pokok
3.1.10.  Menyebutkan macam-macam besaran pokok beserta satuannya
3.1.11.  Menjelaskan pengertian besaran turunan
3.1.12.  Menyebutkan macam-macam besaran turunan beserta satuannya.

1.      Apa yang menjadi objek pengamatan IPA?
2.      Mengapa dunia IPA menggunakan satuan-satuan pengukuran yang baku?
3.      Jelaskan cara mengubah satuan panjang dari satu satuan SI ke satuan SI yang lain. Dapatkah satuan massa dan volume diubah dengan cara yang sama?Berikan penjelasanmu.
4.      Lakukanlah pengubahan satuan di bawah ini.
a.       2.500 mililiter = ... liter
b.      4 kilometer = ... sentimeter
c.       2 kilogram =... milligram
5.      Pilihlah satuan panjang yang tepat untuk menyatakan hasil pengukuran benda-benda di bawah ini.
a.       Tebal kertas
b.      Lebar ruangan kelas
c.       Jarak antara dua kota
d.      Jarak antara Bumi dan Pluto

5



No Soal
Kunci Jawaban
Skor
1
Objek yang diamati dapat berupa makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan, manusia dan lingkungan
4
2
Untuk memudahkan Pengukuran
4
3
Cara mengubah satuan panjang dari SI ke SI yang lain yaitu dengan cara mengkonversi satuan, begitu juga hal yang sama dapat dilakukan untuk satuan Volume dan massa.
4
4.
a. 2500 mL = 2,5 L
b. 4 Km = 400.000 Cm
c. 2 Kg = 2000.000 mg

4
5.
a. Tebal Kertas = milimeter
b. Lebar Ruangan Kelas = meter
c. Jarak antara dua kota = Kilometer
d. Jarak antara Bumi dan Pluto = Satuan Astronomi (SA) dan tahun cahaya
4
Skor Maksimum
20

Ket :
                  Nilai =

c). Keterampilan
Teknik Penilaian   : Tes Kinerja
Instrumen              : Lembar Pengamatan
Bentuk Instrumen : Rubrik Pengamatan
NO
KOMPETENSI DASAR
MATERI
INDIKATOR
TEKNIK PENILAIAN
1
4.1.Menyajikan data hasil pengukuran dengan alat ukur yang sesuai pada diri sendiri, mahluk hidup lain dan benda-benda di sekitar dengan menggunakan satuan tak baku dan satuan baku.
Objek IPA dan Pengamatannya
4.1.1.      Menyajikan hasil pengamatan, inferensi, dan mengkomunikasikan hasil
4.1.2.      Melakukan pengukuran dengan satuan tidak baku
4.1.3.      Melakukan pengukuran besaran-besaran panjang, massa, waktu dengan alat ukur yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
4.1.4.      Melakukan pengukuran besaran-besaran turunan sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Kinerja


NO
ASPEK YANG DINILAI
SKOR
0
1
2
3
4
1
Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan




2
Melakukan eksperimen sesuai dengan prosedur




3
Membuat Laporan/kesimpulan





Jumlah Skor maksimum
9 (2+4+3)

     
Ket :
                  Nilai =


Mengetahui,                                                                Oelii, 7  Agustus  2017
Kepala Sekolah                                                           Guru Mata Pelajaran


...............................                                                     .................................
NIP. ........................                                                   NIP...........