IGI NTT

Pelantikan Ikatan Guru Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Timur.

Siswa SMPN 3 Kupang Barat

Persiapan tarian daerah oleh siswa.

Tarian Daerah

Lomba Tarian Daerah antar Kec. Kupang Barat.

Sabtu, 21 April 2018

SISTEM EKSRESI MANUSIA

SISTEM EKSRESI PADA MANUSIA
1.       Standar Komptensi
1.1. Kompetensi Dasar
A.      Tujuan Pembelajaran
1.       Siswa dapat mengidentifikasikan organ-organ penyusun sistem pengeluaran pada manusia
2.       Siswa dapat memahami proses pengeluaran zat sisa pada sistem eksresi manusai


Materi


Dalam tubuh manusia terjadi proses metabolisme. Dari proses ini dihasilkan energi dan zat yang berguna bagi tubuh. Selain itu, proses metabolisme juga menghasilkan zat sisa. Zat sisa ini harus dikeluarkan dari tubuh melalui sistem eksresi. Sehingga sistem eksresi dapat diartikan sebagai proses pengeluaran zat sisa yang dihasilkan oleh proses metabolisme.

KONVERSI BESARAN POKOK DAN BESARAN TURUNAN



MENGKONVERSI SATUAN BESARAN POKOK DAN BESARAN TURUNAN

Mengonversikan satuan-satuan dari berbagai besaran di dalam fisika sangat penting, karena di dalam fisika banyak pengukuran dan perhitungan yang memerlukan satuan yang tepat.
a.    Mengkonversi Satuan Panjang
Mengonversi satuan panjang, berarti mengubah satuan-satuan panjang ke satuan panjang lainnya. Urutan satuan panjang mulai dari yang terpanjang sampai yang terpendek dapat dilihat dari keterangan gambar di bawah ini.

Perhatikan konversi satuan panjang di bawah ini:
1 km = 10 hm = 100 dam = 1.000 m = 10.000 dm =100.000 cm= 1.000.000 mm
1 hm = 10 dam = 100 m = 1.000 dm = 10.000 cm = 100.000 mm = 0,1 km
1 dam = 10 m = 100 dm = 1.000 cm = 10.000 mm = 0,1 hm = 0,01 km
1 m = 10 dm = 100 cm = 1.000 mm = 0,1 dam = 0,01 hm = 0,001 km
1 dm = 10 cm = 100 mm = 0,1 m = 0,01 dam = 0,001 hm = 0,0001 km
1 cm = 10 mm = 0,1 dm = 0,01 m = 0,001 dam = 0,0001 hm = 0,00001 km
1 mm = 0,1 cm = 0,01 dm = 0,001 m = 0,0001 dam = 0,00001 hm = 0,000001 km


b.    Mengkonversi Satuan Massa
Massa berbeda dengan berat. Dalam keseharian massa sering digunakan dengan berat. Massa dibawa ke manapun akan tetap nilainya. Sedangkan berat akan berbeda, karena dipengaruhi oleh gravitasi bumi. Mengkonversi satuan massa, berarti mengubah satuan-satuan massa ke satuan massa lainnya. Urutan satuan massa mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil dapat dilihat dari keterangan gambar  di bawah ini.


Perhatikan konversi satuan massa di bawah ini: Satuan lainnya: 







c.    Mengkoversi Satuan Waktu
Mengonversi satuan waktu, berarti mengubah satuan- satuan waktu ke satuan waktu lainnya. Urutan satuan waktu mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil dapat dilihat dari keterangan di samping.
                                                                 





d.    Mengkonversi Satuan Luas (Persegi)
Satuan luas sering diakhiri dengan kata persegi, seperti kilometer persegi dan meter persegi. Kata persegi dapat ditulis dengan angka pangkat dua, seperti meter persegi dapat ditulis dengan m2. Untuk lebih jelasnya perhatikan konversi satuan luas di bawah ini. 



e.    Mengkonversi Satuan Volume (kubik)
Satuan volume sering diakhiri dengan kata kubik, seperti kilometer kubik dan meter kubik. Kata persegi dapat ditulis dengan angka pangkat tiga, seperti meter kubik dapat ditulis dengan m3. Untuk lebih jelasnya  perhatikan konversi  satuan  volume di samping.






Begitu juga perhatikan satuan lainnya seperti di bawah ini.
  



BESARAN DAN SATUAN





BESARAN DAN SATUAN

1.      Pengertian Besaran dan Satuan
a.       Besaran
Besaran adalah gejala alam yang dapat diukur. Misalnya, massa, volume, panjang, dan waktu. Besaran terbagi menjadi : besaran pokok, besaran turunan, besaran vektor,  dan besaran skalar.
     
b.    Satuan
Satuan adalah sesuatu yang digunakan untuk menyatakan ukuran suatu besaran.
Satuan juga dibagi menjadi Satuan baku dan Satuan tak baku. Satuan baku adalah satuan yang digunakan secara umum, satuan baku  juga disebut juga satuan standar. Sedangkan satuan tak baku adalah satuan yang digunakan di daerah setempat.

2.      Besaran Pokok dan Besaran Turunan
a.       Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain. Macam-macam besaran pokok adalah panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus listrik, jumlah zat dan intensitas cahaya. Berikut tabel besaran pokok dengan satuannya :
No
Nama Besaran
Satuan
Singkatan
1
Panjang
meter
m
2
Massa
kilogram
kg
3
Waktu
sekon
s
4
Suhu
kelvin
K
5
Kuat arus listrik
ampere
A
6
Jumlah zat
mole
mol
7
Intensitas cahaya
kandela
cd


b.      Besaran Turunan
Besaran-besaran lain yang tidak termasuk dalam besaran pokok disebut besaran turunan. Contoh besaran turunan antara lain : luas, volume, berat, gaya, massa jenis, kecepatan, kelajuan, energi, daya dan tekanan. Berikut tabel satuan turunan merupakan satuan dari besaran pokok.

Nama Besaran Turunan
Satuan Turunannya dalam SI dan MKS
Luas
Volume
Gaya
Kecepatan
Massa jenis
meter persegi (m2)
meter kubik (m3)
Newton (N)
m/s
kg/m3



konversi satuan besaran pokok dan besaran turunan, klik disini

Kamis, 19 April 2018

Ngeblog Bersama SAGUSABLOG

Alhamdulillah, kehadiran Organisasi Keguruan IGI di Nusa Tenggara Timur langsung memberikan solusi untuk saya dalam mendekatkan diri dengan Internet positif. Dengan adanya 67 kanal yang disiapkan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) akan sangat membantu meningkatkan kompetensi Guru di Nusa Tenggara Timur. Salah satu kanal yang sedang saya ikuti ini yakni Satu Guru Satu Blog (SAGUSABLOG), akan memberikan ruang untuk guru dalam meluangkan pemikirannya di blog sendiri.
Guru-guru juga bisa  mengunjungi web Ikatan Guru Indonesia (IGI) di alamat www.igi.or.id karena di Web IGI akan banyak infomasi yang membantu Bapak/Ibu Guru dalam meningkatkan kompetensi. Sayapun menyarankan kepada Guru-guru untuk bisa mengunjungi  blog saya https://gurukampung28.blogspot.co.id/ , dan memberikan masukan untuk kesempurnaan blog saya. Salam Sharing n Growing Together...

Jumat, 13 April 2018

SISTEM EKSRESI MANUSIA

SISTEM EKSRESI PADA MANUSIA
1.       Standar Komptensi
1.1. Kompetensi Dasar
A.      Tujuan Pembelajaran
1.       Siswa dapat mengidentifikasikan organ-organ penyusun sistem pengeluaran pada manusia
2.       Siswa dapat memahami proses pengeluaran zat sisa pada sistem eksresi manusai


Materi



Dalam tubuh manusia terjadi proses metabolisme. Dari proses ini dihasilkan energi dan zat yang berguna bagi tubuh. Selain itu, proses metabolisme juga menghasilkan zat sisa. Zat sisa ini harus dikeluarkan dari tubuh melalui sistem eksresi. Sehingga sistem eksresi dapat diartikan sebagai proses pengeluaran zat sisa yang dihasilkan oleh proses metabolisme.
                Zat sisa metabolisme yang berbentuk zat cair berupa urine, keringat, dan empedu. Sedangkan, zat sisa metabolisme yang berbentuk gas yaitu CO2.  Sistem eksresi manusia terdiri atas beberapa organ yaitu ginjal, hati, kulit dan paru-paru.
1.       Ginjal
a.       Struktur dan Fungsi Ginjal
Ginjal manusia berwarna merah dan terdapat sepasang. Organ tersebut berbentuk seperti biji kacang merah dengan ukuran panjang sekitar 10 cm.



Gambar  1.
Ginjal terletak di rongga perut, disebelah kiri dan kanan ruas-ruas tulang pinggang. Kedudukan ginjal sebelah kiri lebih tinggi dari ginjal sebelah kanan. Hal ini karena di atas ginjal sebelah kanan terdapat hati yang berukuran besar.



Gambar 2
Bagian-bagian ginjal terdiri atas kapsul, korteks, medula (sumsum ginjal) dan rongga ginjal.
1)      Kapsul
Kapsul merupakan selaput tipis yang menyelimuti ginjal.
2)      Korteks
Korteks merupakan lapisan bagian luar pada ginjal. Pada bagian korteks terdapat jutaan badan malpighi dan tubulus (saluran). Badan malpighi terdiri atas glomerulus yang diselubungi kapsul bowman. Tubulus terbagi menjadi tubulus kontortus proksimal (dekat dengan malpighi) tubulus kontortus distal (menjauhi malpighi), dan tubulus kolektivus.
3)      Medula (sumsum ginjal)
Medula merupakan lapisan dalam ginjal. Medula ini terdiri atas beberapa badan berbentuk piramida (kerucut). Di sini terdapat lengkung henle ascenden (naik) dan lengkung henle descenden (turun). Lengkung ini menghubungkan antara tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distal.

4)      Rongga ginjal
Rongga ginjal merupakan tempat penampungan urine kemudian mengalirkannya ke ureter. Jadi, rongga ginjal ini sebagai tempat bermuaranya tubulus. Beberapa fungsi ginjal dalam tubuh sebagai berikut.
1)      Memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksin atau racun seperti urea, amonium dan asam urat.
2)      Mempertahankan keseimbangan cairan tubuh.
3)      Mempertahankan keseimbangan garam-garam dan zat-zat lain dalam tubuh.
4)      Mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh.
5)      Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme seperti urea, kreatin, dan amonia.



Gambar 3. 
b.      Proses Pembentukan Urin
Pembentukan urine melalui tiga tahap yaitu filtrasi (penyaringan), reabsorpsi (penyerapan kembali), dan augmentasi (pengeluaran zat).
1)      Filtrasi (penyaringan)
Darah dari aorta melalui arteri ginjal menuju ke badan malpighi. Di bagian glomerulus darah disaring. Zat berupa air, garam, glukosa, dan urea mengalami penyaringan kemudian masuk kapsul bowman. Zat yang bermolekul besar dan molekul protein tetap berada di pembuluh darah. Hasil penyaringan itu disebut filtrat glomerulus (urine sekunder).

2)      Reabsorpsi (penyerapan kembali)
Dari kapsul bowman urine primer menuju ke tubulus kontortus proksimal. Dalam perjalannya terjadi reabsorpsi zat-zat yang masih berguna bagi tubuh, seperti glukosa, garam, dan asam amino. Setelah reabsopsi kadar urea dalam tubulus semakin tinggi, sehingga terbentuklah filtrat tubulus (urine sekunder)

3)      Augmentasi (pengeluaran zat)
Urine sekunder dari tubulus kontortus proksimal menuju tubulus kontortus distal. Di sini melalui pembuluh kapiler darah melepaskan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh ke dalam urine sekunder. Selain itu juga terjadin penyerapan air. Selanjutnya, terbentuklah urine sesungguhnya. Urine ini selanjutnya menuju ke tubulus kolektivus dan akhirnya bermuara ke rongga ginjal. Dari rongga ginjal urine dialirkan melalui ureter menuju kandung kemih. Jika kandung kemih sudah cukup mengandung urine maka dinding kantung kemih menjadi tertekan. Tekanan inilah yang menimbulkan rasa akan buang air kecil. Selanjutnya urine dikeluarkan dari tubuh melalui saluran pembuangan yang disebut uretra.



Gambar 4. 

 Untuk lebih memehami penjelasan tersebut, anda bisa menyaksikan video tersebut.  
Alur proses pembentukan urine dalam dilihat pada skema berikut.





Komposisi urine dalam kondisi normal sebagai berikut
1)      Air lebih kurang 95 %
2)      Urea, asam urat, dan amonia merupakan sisa pembongkaran protein
3)      Zat warna empedu yaitu bilirubin dab biliverdin yang menyebabkan warna kuning pada urine.
4)      Bermacam-macam garam, terutama garam dapur (NaCl).
5)      Beberapa zat yang bersifat racun

Jumlah urine yang dikeluarkan tidak selalu sama. Jumlah urine yang keluar dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah urine sebagai berikut.
1)      Jumlah air yang diminum
2)      Banyaknya garam yang harus dikeluarkan dari darah agar tekanan osmosisnya tetap.
3)      Pengaruh hormon Antidiuretik (ADH) atau hormon Vasopresin, yaitu hormon yang mengatur kadar air dalam darah.


2.       Hati
a.       Struktur dan fungsi hati
hati disebut sebagai alat eksresi karena menghasilkan empedu. Empedu merupakan hasil perombakan sel-sel darah merah yang telah tua dan rusak. Hati merupakan organ yang paling besar di dalam tubuh kita. Hati mempunyai berat kurang lebih 1,5 kg dan berwarna cokelat. Hati terletak dalam rongga perut bagian atas sebelah kanan bawah diafragma.

Gambar 5. 
Selain berfungsi sebagai organ eksresi, hati juga memiliki fungsi sebagai berikut.
1)      Menyimpan glikogen (gula otot yang merupakan hasil pengubahan dari glukosa karena kerja hormon insulin).
2)      Menetralkan racun
3)      Membentuk protrombin (zat yang digunakan dalam pembekuan darah)
4)      Merombak eritrosit (sel darah merah)
5)      Tempat pengubahan rpovitamin A menjadi vitamin A
6)      Tempat pembentukan urea yang berasal dari pemecahan protein. Selanjutnya, urea dikirim ke ginjal untuk dikeluarkan.
7)      Tempat pembentukan sel darah merah pada janin dan berperan dalam penghancuran sel darah merah.
Proses perombakan sel darah merah yang sudah tua akan menghasilkan zat sisa metabolisme, seperti terlihat pada diagram berikut.





3.       Kulit
kulit merupakan salah satu alat eksresi. Melalui pori-pori kulit, tubuh mengeluarkan keringat, air dan garam-garam mineral. Struktur muapun fungsi kulit bagi tubuh sebagai berikut.
a.       Struktur kulit
1)      Epidermis (kulit ari)
Lapisan epidermis merupakan lapisan kulit terluar yang sangat tipis. Bagian ini terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan tanduk dan lapisan malpighi.
a)      Lapisan Tanduk
Lapisan tanduk merupakan lapisan paling luar pada epidermis. Lapisan ini tersusun dari sel-sel mati yang mudah mengelupas. Lapisan tanduk tidak mengandung pembuluh darah dan saraf sehingga jika mengelupas tidak mengeluarkan darah dan tidak terasa sakit.
b)      Lapisan Malpighi
Lapisan ini terletak di bawah lapisan tanduk dan tersusun dari sel-sel hidup. Lapisan tersebut mendapatkan makanan dari pembuluh kapiler yang berada di bawahnya. Pada lapisan tersebut juga terdapat pigmen kulit. Pigmen ini berfungsi memberi warna pada kulit dan melindungi kulit dari sinar matahari.

2)      Dermis (lapisan kulit jangat)
Lapisan dermis lebih tebal dibandingkan lapisan di atasnya. Pada lapisan ini terdapat bagian-bagian berikut.
a)      Pembuluh kapiler darah berfungsi mengangkat Odan nutrisi ke jaringan yang ada di dalam dermis.
b)      Kelenjar keringat menghasilkan keringat dan dikeluarkan melalui pori-pori kulit.
c)       Kantong rambut yang memiliki akar dan batang rambut.
d)      Kelenjar minyak rambut menghasilkan minyak untuk meminyaki rambut agar tidak kering.
e)      Ujung saraf memungkinkan kita dapat menerima rangsang dari luar tubuh berupa panas, dingin, dan nyeri.

3)      Jaringan Bawah Kulit (Subkutaneus)
Jaringan subkutaneus berada di bawah dermis dengan batas yang tidak jelas. Pada jaringan ini terdapat jaringan lemak yang berfungsi menahan panas tubuh serta melindungi tubuh bagian dalam dari benturan.
Hampir seluruh permukaan tubuh diselubungi oleh kulit. Oleh karena itu, kulit memiliki fungsi yang penting bagi tubuh. Kulit mempunyai beberapa fungsi berikut.
a)      Alat pengeluaran keringat.
b)      Pengatur suhu tubuh
c)       Tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari.
d)      Tempat penyimpanan kelebihan lemak.
e)      Sebagai indera peraba dan perasa
f)       Sebagai pelindung tubuh dari gangguan fisik (sinar, tekanan, suhu), gangguan biologis (jamur), dan gangguan kimiawi.



Gambar 6. 

4.       Paru-paru
Pada proses pernapasan, paru-paru akan menghasilkan zat sisa berupa karbon dioksida dan uap air yang keluar melalui lubang hidung. Dengan demikian, paru-paru juga merupakan alat eksresi.

        Pada proses pernapasan akan dihasilkan karbon dioksida  dan uap air. Karbon dioksida diangkut oleh sel darah merah dari sel-sel tubuh ke paru-paru. Sel darah merah melepaskan COdi paru-paru, sembari mengingat O. Jadi, di paru-paru terjadi pertukaran gas COdan O2. Melalui paru-paru inilah CO2 ­dikeluarkan. Inilah peran paru-paru sebagai organ eksresi. 


Gambar 7.